Apa artinya menjadi seorang Ibu? Apakah karena memiliki anak? Apa artinya menjadi seorang entrepreneur? Apakah karena sudah memiliki sebuah usaha? Bertemu dengan sekumpulan MomPreneur membuat saya mempertanyakan kembali makna dari seorang wanita dalam perannya menjadi seorang ‘ibu’ terlepas Ia memiliki anak atau tidak dan kualitasnya sebagai seorang ‘entrepeneur’ terlepas Ia sudah memiliki sebuah bisnis atau belum. Dan mungkin inilah kualitas ‘Kartini’ jaman sekarang. Kualitas yang sering kita lupakan, yang bukan hanya memperjuangkan ‘kesetaraan gender’ tetapi memperlihatkan kualitas kita yang terbaik sebagai makhluk hidup.
Kali ini, saya tidak akan bercerita tentang apa yang terjadi di Seminar 1 hari tentang Indonesia Mom Preneur ini, tetapi ijinkan saya bercerita hal-hal yang kembali mengingatkan saya.
1. “Bersahabat Dengan Ketidaknyamanan.” – @IkeDahliaC
Saya tidak akan bisa melupakan kalimat yang diucapkan mbak Ike ketika menceritakan kisahnya mengembangkan Brownies Gandum dari yang sulit untuk menjual 1 loyang sampai dengan 100 loyang per hari kurang dalam 1 tahun. Beliau pun tidak bisa menahan titik air matanya ketika bercerita bagaimana bisnis ini tumbuh bukan karena kesengajaan, tetapi karena ketidaknyamanan. Dimana saat itu Ia sudah hampir bercerai, terlilit hutang hampir Rp. 2M, dan akhirnya berdialog kepada diri sendiri “Bagaimana saya bisa membantu suami saya? Bagaimana saya bisa berperan dalam Rumah Tangga ini? Kita pasangan yang smart, apa yang bisa kita lakukan?” » Read the rest of this entry «

