Ada dua laut di Palestina…
Ada dua laut di Palestina. Yang satu segar, dan banyak ikannya. Tepinya kaya dengan kehijauan. Pohon-pohon menjulurkan cabang-cabangnya di atasnya dan juga akarnya yang haus untuk menyerap airnya yang menyembuhkan.
… Sungai Yordan menjadikan laut ini dengan air pegunungan yang berkilauan. Maka tampak tertawa kalau tertimpa sinar matahari. Dan banyak orang membangun rumahnya dekat sungai ini, dan burung membangun sarangnya di pohon dekat sungai ini; dan setiap jenis kehidupan menjadi lebih bahagia berkat sungai ini.
Sungai Yordan mengalir terus ke selatan ke laut lain.
Di laut yang satu ini, tak ada ikan yang berkeriapan, tak ada daun yang melambai, tak ada suara burung berkicau, tak ada tawaria anak-anak. Para pelancong memilih rute lain, kecuali kalau urusannya mendesak. Udara di atas airnya berat, dan baik manusia maupun binatang atau unggas, takkan minum airnya.
Apa sih yang membuat perbedaan besar diantara kedua laut yang berdekatan ini? Bukan Sungai Yordan. Sungai Yordan mengalirkan air yang sama baiknya ke dalam kedua laut ini. Bukan tanahnya; bukan negara dimana kedua laut ini berada.
Inilah bedanya. Laut Galilia menerima tetapi tidak menahan air dari Sungai Yordan. Untuk setiap tetes yang mengalir ke dalamnya, ada setetes yang mengalir keluar darinya. Memberi dan menerima, berlangsung seimbang.
Laut yang satunya lagi lebih cerdik, menimbun pemasukannya dengan serakah. Laut ini takkan tergoda oleh dorongan untuk bermurah hati. Setiap tetes yang diterimanya, ditahannya.
Laut Galilea memberi dan hidup. Laut yang satunya tidak memberi apa-apa. Namanya Laut Mati.
Ada dua tipe orang di dunia. Ada dua laut di Palestina.
- dikutip dari buku The Man Nobody Knows, karya Bruce Barton
Popularity: 6% [?]
