Afraid of Giving Presentation?

Kira-kira 2 minggu yang lalu sepupuku menelepon dengan paniknya, “Mbak Ika, tolong aku dong… aku tuh lusa harus presentasi depan bos-bos penting, dan kalau presentasinya jelek, jabatanku bisa diturunin. Aku tuh stres banget, gak tau mesti ngomong apa. Beneran deh, rasanya kaya mau di sidang lagi, aku tuh paling gak bisa kalo disuruh presentasi… Asli stres banget. Maaf banget nih ngrepotin, tapi aku udah gak tau lagi mesti ngapain.”

Itu versi pendeknya.  Hehehe…

Dan akhirnya, setelah menenangkan beliau yang sangat “frantic”, kita janjian ketemuan besoknya dirumahku. Dimulai dari jam 10 pagi, ia ada di kamarku sampai jam 6 malem, sudah sambil makan bakmi GM segala, tetapi yang paling “rewarding” adalah, rasa lega yang ia miliki ketika ia meninggalkan rumah ku untuk kembali menyusui anaknya di rumah.  Apa yang terjadi selama 8 jam itu?

Tell your story

Pertama-tama, saya mengajak sepupu saya, yang kita panggil saja disini AT untuk menceritakan apa sih yang sebenarnya ia harus presentasikan? Tentang apa? Apa tujuannya? Kepada siapa saja ia harus mempresentasikan ini semua? Ide-ide apa saja yang sudah ia miliki?… dan yang terakhir… “Kamu khawatir tentang apa sih non?

Ada kali 1-2 jam kita hanya ngobrol-ngobrol tentang ide apa yang ia miliki dan yang paling lama tentang kenapa ia sangat takut & khawatir tentang presentasi ini. Setelah digali, ternyata masalah yang paling mendalam adalah:

  • Kurang PD (percaya diri) dengan materi presentasinya sendiri
  • Tidak tahu bagaimana harus berkomunikasi dengan bos-bos (gak bisa jaim)

Dan menurut saya, ini bukan karena tidak biasa presentasi. Itu tidak ada hubungannya kok. Fokuskanlah diri Anda kepada bagaimana Anda bisa PD dengan materi presentasi dan cara menjelaskan yang nyaman untuk diri anda.

Content – Konten

Ketika Anda “excited” tentang suatu hal, Anda pasti tidak bisa menyembunyikannya dari orang lain, dan pasti akan sangat tertarik untuk menceritakannya ke semua orang. Contohnya ketika Anda baru punya pacar baru, atau baru menang hadiah, ataupun baru punya anak. Isi dari presentasi Anda harus memberikan excitement yang sama kepada Anda, karena sebenarnya, inti dari suatu presentasi adalah menularkan rasa gembira Anda. Jadi, bila Anda belum menemukan excitement dari isi presentasi Anda, carilah… brainstorm..

Ini yang AT dan saya lakukan selama 2 jam ke depan. Kita saling berdiskusi tentang hal-hal yang menarik, apa yang ia suka, yang ia tidak suka, cari di internet, lihat-lihat materi presentasi yang pernah dibuat sebelumnya, yang akhirnya setelah makan mi special GM dan pangsit goreng, kamipun benar-benar punya suatu ide yang sangat menarik, saking menarik dan uniknya, AT sudah tidak sabar ingin cerita ke semua orang… padahal materi presentasinya belum jadi. Hahahaha, itu kuncinya.

Focus on the audience – Fokus kepada peserta

Setelah ide itupun, kita kembali berkutik di depan komputer untuk membuat powerpoint slidenya. Sebelumnya ATpun sudah membuat presentasinya di ppt. Bagus dan sangat detil dengan informasi-informasinya. Sayangnya, saking detilnya, sehingga banyak sekali tulisan di slide tersebut dan saya merasa kok nanti dalam menjelaskannya, AT akan cenderung untuk membaca slide tersebut, bukan berkomunikasi pada pesertanya. Wah, sayang sekali bukan?

Mulai dari awal.

Daripada membebani slide dengan kata-kata, carilah gambar-gambar menarik untuk di slide tersebut, sehingga tidak ada lebih dari 3 poin singkat di setiap slide.  Malahan, di slide AT, ada beberapa yang hanya ada 1 kalimat pendek, dibantu dengan gambar warna-warni yang menarik yang akan membantu peserta membayangkan ide tersebut. Apa efeknya?

  • AT tidak bisa membaca/mengandalkan slidenya, sehingga mau tidak mau ia akan memfokuskan diri ke pesertanya
  • Para peserta akan terhibur dengan gambar-gambar menarik, tidak sibut membaca slide dan akan lebih mendengarkan AT
  • AT pun akan terkejut secara positif, karena ini style yang berbeda dari presentasi biasanya. More points for AT!

What do I say? – Saya mesti ngomong apa?

Ini sebenarnya adalah hal yang paling ditakutkan. Tergantung dari isi presentasi Anda, memang banyak yang bisa Anda lakukan. Di sini, AT harus menjual idenya. Dan tidak ada yang lebih baik dari menjual ide adalah dengan:

  • Membukanya dengan pertanyaan
  • Mengajak peserta berkomunikasi
  • Mengajak peserta ikut membayangkan

Dengan membuka suatu presentasi dengan pertanyaan, Anda membuat peserta merasa nyaman, karena ini menjadi tidak menggurui. Contohnya, kalau Anda ingin presentasi tentang sepatu.. tanyakanlah ke peserta “Sepatu seperti apa yang selalu Anda pilih?”. Kalau tentang iklan, “Iklan seperti apa yang paling menarik untuk Anda?” . Setelah itu.. dengarkan. Ajaklah peserta berkomunikasi…

Sehingga, presentasi yang satu arah, berubah menjadi presentasi 2 arah, yang membuat suasana lebih kekerabatan dan santai untuk Anda. Menyenangkan kan?

Karena presentasi Anda pun banyak gambarnya, jangan lupa mengajak peserta ikut membayangkan. Contohnya, kalau tentang sepatu tadi, ajak peserta untuk membayangkan menggunakan sepatu ini ketika jalan-jalan di mall, atau sedang berolah raga, dan bagaimana perasaannya ketika orang lain memujinya? Kalau tentang iklan, cobalah diri Anda yang bermain di iklah tersebut. Tanya apa perasaan yang timbul. Ini disebabkan karena, kebanyakan orang itu adalah makhluk visual (mungkin karena kebanyakan nonton tv, hehehe) jadi Andapun sebaiknya membawa mereka ke alam visual itu.

Be Yourself – Jadilah diri sendiri

Dan yang terakhir, yang perlu diingat. Jangan kuatir harus jaim. Ya, Anda memang harus sopan, tapi jangan terlalu basa-basi dan jaim. Anda akan keliatan tidak tulus. Peserta itu pintar-pintar kok.

AT bertanya pada saya “Nanti saya menjelaskannya bagaimana ya? Kalau aku menjelaskan ke mbak Ika bisa, tapi nanti kalo ke bos-bos kan beda.”

Jawaban saya.. “Kenapa harus beda? Pakailah bahasamu sendiri, pakailah caramu sendiri, pakailah gayamu sendiri.” Gak harus terus tiba-tiba pake jas kalau biasanya gak pakai jas kok, asal rapih. Gak perlu harus ribet menjelaskannya kok. Anggap saja bos-bos itu teman-teman Anda. Ajak pula bercanda, gak salah kok, malah mereka akan sangat senang melihat Anda sangat nyaman.

Jadi, seperti AT sudah menjelaskan idenya ke saya, itulah juga cara ia menjelaskan ke bos-bosnya. AT itu sebenarnya orangnya sangat supel dan lucu, cuma suka stres aja depan umum. Bawalah kelucuan ini ke depan bos-bos. Itu kualitas positif mu. Keluarkanlah. Tunjukkanlah.

Hasilnya?

Keesokannyapun saya ikut tidak sabar ingin mendengar hasilnya. Yah, tidak ada lagi yang bisa saya bantu kecuali doa kan? Sore itu saya sedang meeting dengan klien ketika ia menelepon. Tak bisa saya angkat ia pun sms… Ceritanya…

“Aduh mbakkk… tengkyuuuu banget… semua pada suka idenya. Sampe bos ku minta copy ppt ku untuk ditaro di komputernya. Trus aku gak merasa dicecer sama sekali, malah ketawa-tawa and fun banget di dalem situ. Walaupun ketekku udah basah, rasanya legak bangettttttt. Malah aku sibuk kasih tips buat temen-temen yang lain setelah itu…. Tengkyu banget ya….”

Saking senengnya, sayapun ikut jingkrak-jingkrak.

Sebenarnya, kesuksesan itu sudah ditangannya, saya hanya sedikit mendorong saja, hehehehe. Biasa, hobinya dorong-dorong terus. Eniway, m so proud of you sis. Keep it up! You can do just about anything :)

Popularity: 13% [?]

Related Posts

  • No Related Post

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)

Please copy the string JW7OYb to the field below:

Note: Commenter is allowed to use '@User+blank' to automatically notify your reply to other commenter. e.g, if ABC is one of commenter of this post, then write '@ABC '(exclude ') will automatically send your comment to ABC. Using '@all ' to notify all previous commenters. Be sure that the value of User should exactly match with commenter's name (case sensitive).

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word