“Bring Indonesian Culture to The World”
Banyak yang bilang orang Indonesia itu banyak yang negatif, yang korupsi, yang tidak bangga menjadi warga Indonesia, yang selalu mengeluh, menggerutu tentang segala hal yang ada di Indonesia. Hmm… Anda percaya tentang kutipan yang mengatakan “Great minds think alike?” – bahwa kita akan selalu bertemu dengan orang-orang yang pemikirannya sama dengan kita. Jadi, bila Anda selalu bertemu dengan orang-orang yang negatif, what does it say about you? Apa yang ini cerminkan tentang bangsa kita?
Saya sangat beruntung bisa selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sangat positif. Setiap haripun saya diberi kesempatan untuk bertemu orang-orang baru yang sangat menginspirasikan saya. Dan.. semuanya adalah orang-orang Indonesia!
Seperti hari Senin pagi ini ketika saya diundang sarapan jam 7.30 pagi, dimana kebanyakan orang menggerutu untuk meeting sepagi itu di hari Senin, saya sangat semangat untuk bisa belajar dari salah satu orang lagi yang sangat hebat. Namanya Bpk Johnnie Sugiarto.
Dari pertama kali bertemu beliau, saya sudah sangat terkesima. Dengan rambut yang mulai memutih, pakaian yang sangat rapih, wajahnya dipenuhi dengan senyum. Tatapan matanya hangat dan penuh dengan kasih. Walaupun usianya jauh diatas saya, Ia dengan segala kerendahan hati selalu mendengarkan pertanyaan dan pernyataan-pernyataan saya. Terlihat passionnya dari setiap kata yang terlontarkan dari mulutnya. Tak bisa disangkal bahwa wawasan dan pengalamannya sangat mengagumkan.
Pertemuan yang sebenarnya bisa berakhir dalam waktu 1 jam merambat menjadi 3 jam, dan saya terus meresap berbagai hal yang melebarkan wawasan saya. Bila saya boleh merangkum, berikut adalah hal-hal yang kita diskusikan dan saya pelajari dari percakapan dengan beliau.
1. Jangan takut untuk menunjukkan kekuatan Anda!
Pak Johnie bercerita tentang pengalamannya pergi ke konferensi di Hong Kong yang menceritakan mengapa banyak dari perusahaan-perusahaan keluarga di Asia banyak yang gagal diturunkan, terutama dibandingkan dengan perusahaan keluarga di negara Barat. Kesimpulannya satu, orang-orang Asia tidak berani membanggakan kekuatannya, kecenderungannya adalah selalu membanggakan orang lain. Contohnya, sebagai orang Indonesia, kita tidak bisa menerima pujian bukan? Bila ada seseorang yang memuji baju Anda, Anda berkata “Ah, ini mah keluaran mangga dua.” Bila ada seseorang yang memuji senyum Anda, Anda berkata “Ah, masa sih.. padahal gigi saya tidak rata.” Dll.. Lucu bukan?
Ini pelajaran antara membedakan RENDAH DIRI dan RENDAH HATI.
Rendah diri salah satunya adalah tidak bisa menerima pujian. Yang lainnya termasuk selalu membandingkan diri dengan orang lain dan merasa orang lain lebih baik — atau negara lain pun lebih baik. Kadang juga tidak percaya diri. Merasa salah untuk menunjukkan kekuatannya, karena takut terkesan sombong. Padahal, sangat lumrah untuk bisa menunjukkan kekuatannya.. hanya ketika ia merasa sebagai seseorang yang terbaik/terkuat dan tidak ada yang bisa mengalahkannya baru ia sombong.
Rendah hati itu sangat mengetaui kekuatan dan kelemahan dirinya. Rendah hati itu mampu menerima pujian. Rendah hati itu mampu memuji orang lain. Rendah hati itu mampu belajar dari orang lain dan kemudian selalu berbagi segala ilmunya dengan orang lain. Rendah itu tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Rendah hati itu bisa menunjukkan kekuatannya tanpa mengatakan apa-apa dan tanpa merendahkan orang lain.
Nah, banyak dari teman-teman kita di Indonesia yang masih rendah diri. Tidak apa-apa asal kita mulai sadar dan kemudian mengalirkan segala energi ini menjadi kerendahan hati.
2. Bermodal Nekat!
Kata mama, Pak Johnnie itu 30 tahun yang lalu pekerjaannya seorang Event Organizer (EO). Tetapi sekarang… Pak Johnnie memiliki berbagai macam usaha dan yayasan, dari hotel, spa, tv, radio, transportasi medic, dll. <– ya… dan lain-lain.
Ia berkata, ketika Ia melakukan sesuatu, Ia tidak pernah tahu apakah hal tersebut akan sukses atau berhasil. Modalnya memang harus nekat! Hahaha..
Kadang untuk beberapa tahun pertama memang Ia harus nombokin demi passion/mimpinya itu tercapai. Tetapi, hebatnya, Ia tidak pernah menyerah… Nekat terus! Usaha terus!
3. Perseverance
Sehingga masuk ke poin yang ke-3 ini.
Ia bercerita ketika Ia masih menjadi seorang EO, tugasnya hanya keliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan pekerjaan. Satu rekomendasi yang kemudian menjadi rekomendasi lain. Sangat telaten!!!
Dan terbukti, selama 30 tahun kombinasi antara nekat dan telaten ternyata ada hasilnya!!
4. Stay true to your values and integrity.
Tetapi tidak hanya itu. Nekat dan telaten saja tidak cukup. Saya sangat terpukau dengan nilai-nilai dan prinsip yang dimiliki oleh Pak Johnnie.
Ia bercerita tentang usaha transportasi medicnya. Dimana sebenarnya, bisnis ini benar-benar dibangun untuk membantu orang lain — bukan untuk mencari modal sebesar-besarnya. Ia memulainya pun karena ingin membantu para dokter yang memiliki kesulitan memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain dengan harga yang tidak terlalu memberatkan. Lalu, dimana perusahaan lain tanpa melakukan analisa langsung memindahkan pasien tersebut, pendekatan Pak Johnnie berbeda. Ia akan memeriksa pasien tersebut apakah masih bisa ditolong, bila tidak, maka timnya akan mengatakan sejujurnya daripada menghabiskan uang. Tidak hanya itu, perusahaannya bisa memberikan harga 40% lebih hemat dibandingkan perusahaan lain yang memberikan jasa transportasi medic — karena tujuannya adalah membantu. Hebat!!!
Semua kesempatan-kesempatan yang diambilnya dimulai dari keinginannya untuk membantu orang lain. Itu sebabnya ia selalu diberikan jalan.
Satu contoh lain adalah usahanya membentuk Putri Pariwisata yang tugasnya membantu menyebarkan pariwisata Indonesia. Sengaja ia membedakan pekerjaan-pekerjaan putri Pariwisata dibandingkan putri-putri lainnya. Ia tidak pernah bersedia bila putri-putrinya hanya sebagai pendamping/pagar ayu — karena tidak ada impactnya. Tetapi, bila mereka diundang untuk makan bersama ambasador dari luar, silahkan. Ia berani untuk menjadi pioner — melakukan hal-hal yang sesuai dengan visi dan prinsipnya. Sehingga, nilainya semakin bertambah.
5. Bring Indonesian Culture to The World!
Dan yang terakhir adalah komitmennya untuk terus membawa dan memperkenalkan budaya Indonesia ke Dunia!
Kita membahas.. mengapa ya, orang Indonesia saja tidak menghargai budaya Indonesia? Contohnya, kita mau membayar tiket yang lumayan besar untuk menonton musik pop, tetapi ketika pertunjukkan budaya… tidak mau. Sehingga kebanyakan artis dan seniman Indonesia tidak mendapatkan upah yang cukup. Apakah kita kurang menghargai budaya Indonesia, kurang bangga dengan budaya Indonesia atau memang budaya Indonesia tidak ada daya tarik/jualnya? Hmmm… seru ya??
Kita baru mulai mengenakan batik kembali ketika Malaysia mematenkan batik. Apakah kita baru bisa menghargai budaya ketika ada yang mencurinya? Jakarta saja sebagai pusat Indonesia, kok susah sekali mencari berbagai pertunjukkan seni ya?
Jadi, banyak sekali ide-ide yang kita diskusikan bagaimana kita bisa meningkatkan daya jual seni dan budaya Indonesia agar semakin menarik tidak hanya untuk orang-orang luar tetapi untuk bangsa kita sendiri.
- Sudah saatnya kita mengetahui kekuatan bangsa kita, yang salah satunya adalah seni dan budayanya.
- Tidak perlu rendah diri lagi.
- Saatnya kita menunjukkan bahwa kita bangsa yang kaya.
- Saatnya kita meningkatkan daya tarik dan jual segala seni dan budaya Indonesia!
So… apa ide-ide Anda?
———-
So.. my fellow Indonesians…
Banyak kok orang-orang Indonesia yang sangat mengesankan. Banyak juga yang bisa kita pelajari dari mereka. Hopefully, ketika mendengar cerita-cerita mereka, kita tidak hanya terinspirasi tetapi juga bergerak menciptakan sesuatu yang baru.
What do you do everyday to make Indonesia a better place for all of us?
Ingat.. Rendah hati, Nekat, Telaten, Selalu berpacu pada nilai-nilai yang kuat dan tunjukkan budaya Indonesia yang sebenarnya! Terutama menyambut Hari Kebangkitan Nasional ini… Apa tindakan Anda? Indonesia Bangkit!
**Terimakasih mama sudah memperkenalkan saya dengan Pak Johnnie. Dan Pak Johnnie, terimakasih atas wawasan dan inspirasinya
Popularity: 6% [?]
