Belajarlah dari Unggas

September 17th, 2007 by aristiwidya

Sendirian, begitu sedikit yang bisa kita perbuat;
bersama-sama, begitu banyak yang bisa kita perbuat.
- Helen Keller

GeesePernahkah Anda melihat sekawanan unggas terbang menuju ke selatan untuk menghadapi musim dingin, membentuk formasi V? Para ilmuwan telah menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam cara mereka terbang itu:

  • Dengan terbang dalam formasi, seluruh kawanan bisa terbang 71 persen lebih jauh ketimbang kalau masing-masing burung terbang sendirian. Ketika seekor unggas mengepakkan sayapnya, terciptalah arus angin bagi unggas berikutnya.
  • Kalau unggas yang paling depan letih, ia akan pindah ke belakang dan membiarkan unggas lainnya yang memimpin.
  • Unggas-unggas yang dibelakang bersuara untuk memberikan semangat kepada yang di depan.
  • Setiap kali seekor unggas keluar dari formasinya, ia langsung merasakan penolakan terbang sendirian dan segera kembali ke formasinya.
  • Akhirnya, kalau salah satu unggas ini sakit atau terluka dan keluar dari formasinya, dua unggas lainnya akan mengikutinya turun untuk melindungi serta menolongnya. Mereka akan menunggui unggas yang sakit itu hingga sembuh atau mati lalu bergabung dengan formasi baru atau menciptakan formasi sendiri untuk menyusul kelompok yang terdahulu

Pelajaran no 1: Visi yang sama
Orang-orang yang memiliki persamaan visi dan tujuan dapat mencapai tujuan tersebut lebih cepat dengan saling mendukung satu sama lain.

Pelajaran no 2: Rotasi
Bergantian giliran sangat berguna. Dengan mendelegasikan tugas-tugas yang penting kepada semua orang didalam tim, organisasi dapat berkembang.

Pelajaran no 3: Pujian & Penghargaan
Pujian dan penghargaan sangat penting dan kritikal dalam mencapai sukses terlebih ketika mendelegasikan proyek penting ke sesama di dalam organisasi tersebut.

Pelajaran no 4: Terus Berubah
Organisasi yang efektif percaya kepada “budaya merayakan ketidaksenangan.” Ia selalu bereksperimen dengan hal-hal yang baru. Organisasi yang sukses cepat melupakan dan belajar secara perlahan. Di lingkungan saat ini, perbaikan yang terus menerus melalui kerjasama tim adalah suatu keharusan.

Pelajaran no 5: Dukungan Partnership
Ketika pekerjaan sedang sulit-sulitnya, kita perlu mendukung satu sama lain. Delegasi dan kerjasama tim membutuhkan tindak lanjut, dialog dan dukungan.

Popularity: 9% [?]

Ada dua laut di Palestina…

September 14th, 2007 by aristiwidya

Ada dua laut di Palestina. Yang satu segar, dan banyak ikannya. Tepinya kaya dengan kehijauan. Pohon-pohon menjulurkan cabang-cabangnya di atasnya dan juga akarnya yang haus untuk menyerap airnya yang menyembuhkan.

… Sungai Yordan menjadikan laut ini dengan air pegunungan yang berkilauan. Maka tampak tertawa kalau tertimpa sinar matahari. Dan banyak orang membangun rumahnya dekat sungai ini, dan burung membangun sarangnya di pohon dekat sungai ini; dan setiap jenis kehidupan menjadi lebih bahagia berkat sungai ini.

Sungai Yordan mengalir terus ke selatan ke laut lain.

Di laut yang satu ini, tak ada ikan yang berkeriapan, tak ada daun yang melambai, tak ada suara burung berkicau, tak ada tawaria anak-anak. Para pelancong memilih rute lain, kecuali kalau urusannya mendesak. Udara di atas airnya berat, dan baik manusia maupun binatang atau unggas, takkan minum airnya.

Apa sih yang membuat perbedaan besar diantara kedua laut yang berdekatan ini? Bukan Sungai Yordan. Sungai Yordan mengalirkan air yang sama baiknya ke dalam kedua laut ini. Bukan tanahnya; bukan negara dimana kedua laut ini berada.

Inilah bedanya. Laut Galilia menerima tetapi tidak menahan air dari Sungai Yordan. Untuk setiap tetes yang mengalir ke dalamnya, ada setetes yang mengalir keluar darinya. Memberi dan menerima, berlangsung seimbang.

Laut yang satunya lagi lebih cerdik, menimbun pemasukannya dengan serakah. Laut ini takkan tergoda oleh dorongan untuk bermurah hati. Setiap tetes yang diterimanya, ditahannya.

Laut Galilea memberi dan hidup. Laut yang satunya tidak memberi apa-apa. Namanya Laut Mati.

Ada dua tipe orang di dunia. Ada dua laut di Palestina.

- dikutip dari buku The Man Nobody Knows, karya Bruce Barton

Popularity: 5% [?]