Mengapa Anda Bekerja?

August 11th, 2007 by aristiwidya

Coba jawab pertanyaan diatas, mengapa Anda bekerja? Jawabannya pasti beragam, tapi yang mana yang benar-benar jawaban dari hati nurani Anda?

  • Cari duit
  • Karena gak tau mau ngapain lagi
  • Untuk mencari pengalaman
  • Demi keluarga
  • Terpaksa
  • Karena saya suka apa yang saya lakukan
  • Kan baru slese kuliah
  • Untuk bertemu orang banyak
  • Untuk jadi orang kaya·
  • Dll.

Apakah Anda bekerja untuk mencari sesuatu atau karena Anda sudah memiliki sesuatu kemudian Anda bekerja? Apakah Anda hidup untuk bekerja atau bekerja untuk hidup? Apakah Anda bekerja untuk diri Anda sendiri atau orang lain? Apakah Anda mempunyai kontrol atas pekerjaan Anda atau Anda dikuasai oleh pekerjaan Anda? Apakah Anda memiliki pilihan atas pekerjaan Anda? Pheww, banyak pertanyaannya ya…

Bekerja sepertinya sudah mempunyai konotasi yang buruk, yang biasa dihubungkan dengan keterpaksaan, tanggung jawab yang besar, rutinitas dan beban. Contohnya, jika Anda bertanya kepada seseorang, “Kamu ngapain hari ini?” Jawabannya biasanya… ”Yah, gitu deh, biasa, gue mesti kerja.” Jarang ada yang menyatakannya dengan antusias dan energi positif. Lucu ya, padahal Anda sendiri yang memasukkan diri Anda ke situasi tersebut.

Lalu, boleh saya meminta Anda mengingat kembali apa jawaban Anda ketika Anda dulu ditanyakan dimana Anda ingin bekerja? Atau apa pekerjaan yang ideal untuk Anda? Kebanyakan jawaban untuk kata-kata pertama akan berfokus kepada tempat ataupun posisi, contohnya:

  • Saya mau kerja di Bank
  • Saya ingin jadi dokter
  • Saya mau jadi direktur
  • Saya mau punya bisnis sendiri
  • Saya mau jadi photographer
  • Dll..

Jika melihat jawaban-jawaban di atas, jangan kaget bila di pekerjaan Anda saat ini Anda tidak memiliki banyak waktu, bukan bekerja di Bank yang Anda inginkan, tidak mendapatkan uang sebanyak yang Anda inginkan dan bisnis tidak sesukses yang Anda pikirkan. Mengapa? Menurut saya, mungkin Anda belum pernah benar-benar memikirkan apa yang Anda inginkan, hanya ingin sekedar bekerja. Lalu, tidak memfokuskan diri bagaimana Anda bisa memberikan kontribusi di lingkungan Anda, yang penting Anda bekerja. Jadi, gak heran kan mengapa Anda bisa merasa tidak bahagia dengan pekerjaan Anda.

Work vs. What you do

Saya lebih suka ketika orang barat menanyakan pekerjaan Anda. Mereka tidak bertanya, ”Kamu kerja apa?” melainkan ”What do you do?” – ”Apa yang Anda lakukan?”. Pertanyaan ini langsung fokus kepada nilai-nilai dari hal yang Anda lakukan, apa itu melayani, mempromosikan suatu barang atau jasa sampai membantu orang lain mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

Jarang sekali saya bertemu dengan orang-orang yang benar-benar mencintai apa yang mereka lakukan setiap harinya, sampai merekapun tidak merasa bahwa itu adalah ”kerja.”. Yang manakah diri Anda saat ini?

Anda berhak dan patut mendapatkan pekerjaan Anda saat ini

Banyak orang berkata bahwa mereka ”tidak memiliki pilihan” atas pekerjaannya saat ini. Banyak alasannya, seperti:

  • Dulu melamar di banyak tempat, tetapi diterimanya di sini
  • Inginnya jadi yang lain, tapi tidak disetujui orang tua
  • Sebenarnya sih enak, tapi bosnya menyebalkan
  • Pekerjaannya menyenangkan, tapi anak buah saya kurang terampil
  • Tidak punya pilihan lain, saya harus bekerja untuk menghidupi keluarga

Dan banyak lainnya….

Tetapi, bisakah Anda melihatnya dari sisi yang lain? Bahwa, bila Anda tidak memiliki pilihan lain, berarti Tuhan sendiri yang telah memilihnya untuk Anda, dan karena Ia yang memilihnya, maka itu adalah pilihan yang terbaik untuk Anda. Sering kali kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dan belum tentu apa yang kita inginkan. Daripada berterimakasih, kita lalu cenderung mengeluh dan merasa telah ditipu dan merasa lebih berhak untuk hal lain.

Padahal, jika Anda telah mempelajari Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) maka sebenarnya Anda sendiri yang menyebabkan diri Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan situasi di pekerjaan Anda saat ini.

Hard Work vs. Work Hard

Tahukah Anda bedanya “Hard Work” dan “Work Hard”? Agak sulit ditranslasikan dalam bahasa Indonesia, tetapi saya akan coba menjelaskannya.

Hard Work artinya melakukan pekerjaan yang dirasakan sangat sulit dan membebankan. Mungkin Anda hanya berada di kantor dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, tetapi tingkat stresnya sangat tinggi sehingga Anda cenderung mengamatinya dengan negatif dan tidak sabar untuk langsung pulang atau mencari aktifitas lain.

Work Hard artinya melakukan pekerjaan yang tidak terasa seperti bekerja. Mungkin Anda harus tetap bekerja sampai jam 2 pagi dan terus bekerja di akhir pekan, tetapi Anda benar-benar menikmatinya.

Seperti kata Roger Hamilton, “If it feels like Hard Work, then you are already doing the WRONG thing!

Saya hanya ingin Anda mengingat kembali dan mencari tahu mengapa Anda bekerja? Bila Anda sedang merasa kebingungan atau sudah mulai jenuh, coba cari jawaban-jawaban untuk hal-hal dibawah ini:

  • Seperti mencari tujuan hidup, carilah alasan mengapa Anda bekerja. Pikirkan dengan benar, apakah Anda bekerja hanya untuk uang semata? Hanya untuk sekedar menghidupi keluarga Anda? Atau sebenarnya ada hal-hal lain?
  • Tanyakan diri Anda, kontribusi apa yang Anda bisa berikan untuk lingkungan Anda bekerja
  • Nilai-nilai apa yang Anda dapatkan dari pekerjaan Anda saat ini yang bisa membantu Anda untuk lebih berkembang sebagai makhluk hidup
  • Baru, apa yang Anda ingin capai dari pekerjaan ini, bukan hanya yang bersifat materi
  • Hal-hal apa yang menghambat Anda dari mendapatkan apa yang Anda inginkan?

Ingat, jangan mencari jawaban-jawaban yang reaktif. Lihatlah ke dalam diri Anda terlebih dahulu.

Bila Anda bisa mendapatkan jawaban-jawaban yang memuaskan diri spiritual Anda atas pertanyaan di atas, maka pekerjaan Anda bisa menjadi sesuatu yang bisa Anda nikmati setiap harinya. Bila tidak, mungkin ini sudah saatnya Anda pindah profesi atau kantor dimana Anda bisa lebih mengembangkan seluruh potensi Anda. Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Anda memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan hal-hal tersebut dan memulai sesuatu yang baru?

Popularity: 17% [?]

5 Langkah Mengetahui Tujuan Hidup

August 4th, 2007 by aristiwidya

“Great minds have purposes, little minds have wishes.”
“Pikiran yang luar biasa memiliki tujuan, pikiran yang kecil memiliki keinginan.”
- Irving, Washington

“The purpose of life is to live a life of purpose”
”Tujuan hidup adalah untuk hidup dengan tujuan”
- Richard Leider

“If you can not find the truth right where you are, where else do you expect to find it?
Dogen Belief consists in accepting the affirmations of the soul; unbelief, denying them.”
- Ralph Waldo Emerson

Banyak dari kita yang menghabiskan seluruh hidup kita mencari tujuan hidup kita sendiri, lalu kemudian meninggal sebelum mencapai hal-hal yang berarti dan dipenuhi dengan rasa penyesalan. Saya tidak ingin mempunyai kehidupan yang seperti itu. Saya tahu saya tidak akan menemukan jawabannya mencari di berbagai sumber di kehidupan ini, saya harus mencarinya dari dalam diri saya sendiri. Dan, sayapun harus membedakannya dari impian-impian belaka, bahwa ini benar-benar saya inginkan terjadi dalam hidup saya. Berhentilah mencari, tetapkanlah!

Seperti kata Steven Covey dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People, “Keep the end in mind” dimana kita dianjurkan untuk selalu membayangkan hasil akhir di benak kita sendiri. Banyak latihan yang Anda bisa lakukan untuk mendapatkan jawaban ini, tetapi favorit saya adalah metode dari Steve Pavlina, karena menurut saya sangat mudah dan praktikal. Di dalam artikelnya, Steve Pavlina menganjurkan salah satu cara adalah dengan duduk dan menuliskan semua hal yang keluar di benak Anda ketika Anda menanyakan pertanyaan “Apa tujuan hidup saya di dunia ini?” Ia menganjurkan untuk terus menulis sampai Anda menangis, dan itulah jawabannya. Lalu, saya pun mencobanya. Saya tidak menangis, tetapi saya mendapatkan jawaban yang bisa membuat saya tersenyum dan memberikan rasa lega. Sampai sekarang pun, kalimat itu yang selalu dapat memberikan saya motivasi.

Jadi, ini yang saya lakukan:

1. Buat suasana yang relax dan tanpa gangguan

Artinya matikan TV, menyendirilah, cari tempat dimana Anda bisa benar-benar konsentrasi pada diri anda sendiri. Pasanglah musik yang tenang yang memberikan Anda rasa nyaman, tenang dan bahagia. Lalu siapkan kertas, buku atau komputer Anda untuk mulai menulis. Saya lebih suka memakai komputer karena saya bisa mengetik lebih cepat. Lalu persiapkan waktu Anda kurang lebih 30 menit tanpa gangguan

2. Tuliskan dan tanyakan diri Anda: Tujuan hidup saya adalah…

3. Buat daftar sepanjang mungkin

Lalu, coba jawab pertanyaan tersebut. Gunakanlah kalimat-kalimat yang singkat dan benar-benar keluarkan semua yang Anda pikirkan. Gunakan pertanyaan-pertanyaan ini untuk membantu Anda:

  • Bagaimana Anda ingin dikenal suatu hari nanti?
  • Apa yang ingin Anda capai?
  • Hal-hal apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup ini?

Jangan pikirkan berbagai halangan dan hambatan, fokuskan kepada kehidupan yang ideal yang Anda inginkan. Ini contoh daftar yang saya buat:

  1. Menjadi orang yang baik
  2. Menjadi pembicara yang profesional
  3. Menjadi milyuner
  4. Memiliki perusahaan sendiri
  5. Memiliki rumah/hotel untuk orang yang tidak mampu
  6. Memiliki YMCA untuk anak-anak yang tidak mampu
  7. Memberikan harapan dalam orang lain
  8. Dapat memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjadi lebih
  9. Mengeluarkan yang terbaik dari diri saya dan orang lain
  10. Menjadi istri, ibu, anak, teman dan saudara yang baik
  11. Sukses
  12. Seorang wanita yang benar-benar menggunakan semua potensinya
  13. Dengan membuat dan memberikan kesempatan kepada orang lain
  14. Untuk mencintai tanpa batas
  15. Untuk memberi tanpa batas
  16. Untuk hidup tanpa batas
  17. Untuk mencintai, memberi dan hidup tanpa batasan
  18. Membantu diri sendiri dan orang lain mengembangkan semua potensinya
  19. Tidak hanya hidup setiap hari seperti hari terakhir
  20. Untuk terus dipenuhi dengan cinta, kebijakan, kebahagiaan dan kesejahteraan

Dan terus, dan terus, dan terus…

4. Jangan berhenti atau putus asa

Proses ini bisa memakan waktu sesingkat dari 10 menit ataupun sampai 1 jam. Untuk beberapa orang, mungkin membutuhkan beberapa kali sampai mereka benar-benar puas. Bersabarlah, karena semua itu membutuhkan proses, dan pastikan bahwa Anda benar-benar memfokuskan diri kepada diri Anda dan kehidupan seperti apa yang benar-benar Anda inginkan. Lakukan sampai Anda bisa membaca kalimat yang Anda tulis berkali-kali dan kalimat itu memberikan Anda rasa nikmat sampai Anda tersenyum ataupun menangis.

5. Tuliskan tujuan hidup Anda di tempat yang Anda bisa baca setiap hari.

Pada akhirnya, Anda akan menemukan sebuah kalimat yang bisa mengingatkan Anda setiap harinya apa tujuan hidup Anda di dalam hidup ini sebagai dasar untuk semua hal yang Anda ingin lakukan dalam hidup ini. Saya tidak hanya menuliskannya di hp dan komputer saya, tetapi juga di website ini dan dalam doa agar alam semesta bisa mendengar dan mendekatkan tujuan hidup saya kepada saya.

Akhirnya, ini yang saya dapatkan:

My purpose in life is:
to uncover and intensify the powerful spirit in myself and others
to be filled with love, wisdom, happiness and prosperity
to love, give and live abundantly
and to appreciate and embrace the beauty of today

Tujuan hidup saya adalah:
menemukan dan memperkuat kekuatan spirit di dalam diri saya dan orang lain
memenuhi diri saya dengan cinta, kebijaksanaan, kebahagiaan dan kemakmuran
mencintai, memberikan dan hidup tanba batasan
juga menikmati dan berterimakasih atas keindahan hari ini

Apa Tujuan hidup Anda? Cobalah latihan ini di waktu senggang Anda dan mungkin bisa memberikan ketenangan yang lebih di hidup Anda, lalu mungkin Andapun bisa berbaginya dengan saya.

Popularity: 10% [?]