Coba jawab pertanyaan diatas, mengapa Anda bekerja? Jawabannya pasti beragam, tapi yang mana yang benar-benar jawaban dari hati nurani Anda?
- Cari duit
- Karena gak tau mau ngapain lagi
- Untuk mencari pengalaman
- Demi keluarga
- Terpaksa
- Karena saya suka apa yang saya lakukan
- Kan baru slese kuliah
- Untuk bertemu orang banyak
- Untuk jadi orang kaya·
- Dll.
Apakah Anda bekerja untuk mencari sesuatu atau karena Anda sudah memiliki sesuatu kemudian Anda bekerja? Apakah Anda hidup untuk bekerja atau bekerja untuk hidup? Apakah Anda bekerja untuk diri Anda sendiri atau orang lain? Apakah Anda mempunyai kontrol atas pekerjaan Anda atau Anda dikuasai oleh pekerjaan Anda? Apakah Anda memiliki pilihan atas pekerjaan Anda? Pheww, banyak pertanyaannya ya…
Bekerja sepertinya sudah mempunyai konotasi yang buruk, yang biasa dihubungkan dengan keterpaksaan, tanggung jawab yang besar, rutinitas dan beban. Contohnya, jika Anda bertanya kepada seseorang, “Kamu ngapain hari ini?” Jawabannya biasanya… ”Yah, gitu deh, biasa, gue mesti kerja.” Jarang ada yang menyatakannya dengan antusias dan energi positif. Lucu ya, padahal Anda sendiri yang memasukkan diri Anda ke situasi tersebut.
Lalu, boleh saya meminta Anda mengingat kembali apa jawaban Anda ketika Anda dulu ditanyakan dimana Anda ingin bekerja? Atau apa pekerjaan yang ideal untuk Anda? Kebanyakan jawaban untuk kata-kata pertama akan berfokus kepada tempat ataupun posisi, contohnya:
- Saya mau kerja di Bank
- Saya ingin jadi dokter
- Saya mau jadi direktur
- Saya mau punya bisnis sendiri
- Saya mau jadi photographer
- Dll..
Jika melihat jawaban-jawaban di atas, jangan kaget bila di pekerjaan Anda saat ini Anda tidak memiliki banyak waktu, bukan bekerja di Bank yang Anda inginkan, tidak mendapatkan uang sebanyak yang Anda inginkan dan bisnis tidak sesukses yang Anda pikirkan. Mengapa? Menurut saya, mungkin Anda belum pernah benar-benar memikirkan apa yang Anda inginkan, hanya ingin sekedar bekerja. Lalu, tidak memfokuskan diri bagaimana Anda bisa memberikan kontribusi di lingkungan Anda, yang penting Anda bekerja. Jadi, gak heran kan mengapa Anda bisa merasa tidak bahagia dengan pekerjaan Anda.
Work vs. What you do
Saya lebih suka ketika orang barat menanyakan pekerjaan Anda. Mereka tidak bertanya, ”Kamu kerja apa?” melainkan ”What do you do?” – ”Apa yang Anda lakukan?”. Pertanyaan ini langsung fokus kepada nilai-nilai dari hal yang Anda lakukan, apa itu melayani, mempromosikan suatu barang atau jasa sampai membantu orang lain mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
Jarang sekali saya bertemu dengan orang-orang yang benar-benar mencintai apa yang mereka lakukan setiap harinya, sampai merekapun tidak merasa bahwa itu adalah ”kerja.”. Yang manakah diri Anda saat ini?
Anda berhak dan patut mendapatkan pekerjaan Anda saat ini
Banyak orang berkata bahwa mereka ”tidak memiliki pilihan” atas pekerjaannya saat ini. Banyak alasannya, seperti:
- Dulu melamar di banyak tempat, tetapi diterimanya di sini
- Inginnya jadi yang lain, tapi tidak disetujui orang tua
- Sebenarnya sih enak, tapi bosnya menyebalkan
- Pekerjaannya menyenangkan, tapi anak buah saya kurang terampil
- Tidak punya pilihan lain, saya harus bekerja untuk menghidupi keluarga
Dan banyak lainnya….
Tetapi, bisakah Anda melihatnya dari sisi yang lain? Bahwa, bila Anda tidak memiliki pilihan lain, berarti Tuhan sendiri yang telah memilihnya untuk Anda, dan karena Ia yang memilihnya, maka itu adalah pilihan yang terbaik untuk Anda. Sering kali kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dan belum tentu apa yang kita inginkan. Daripada berterimakasih, kita lalu cenderung mengeluh dan merasa telah ditipu dan merasa lebih berhak untuk hal lain.
Padahal, jika Anda telah mempelajari Hukum Ketertarikan (Law of Attraction) maka sebenarnya Anda sendiri yang menyebabkan diri Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan situasi di pekerjaan Anda saat ini.
Hard Work vs. Work Hard
Tahukah Anda bedanya “Hard Work” dan “Work Hard”? Agak sulit ditranslasikan dalam bahasa
Hard Work artinya melakukan pekerjaan yang dirasakan sangat sulit dan membebankan. Mungkin Anda hanya berada di kantor dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, tetapi tingkat stresnya sangat tinggi sehingga Anda cenderung mengamatinya dengan negatif dan tidak sabar untuk langsung pulang atau mencari aktifitas lain.
Work Hard artinya melakukan pekerjaan yang tidak terasa seperti bekerja. Mungkin Anda harus tetap bekerja sampai jam 2 pagi dan terus bekerja di akhir pekan, tetapi Anda benar-benar menikmatinya.
Seperti kata Roger Hamilton, “If it feels like Hard Work, then you are already doing the WRONG thing!”
—
Saya hanya ingin Anda mengingat kembali dan mencari tahu mengapa Anda bekerja? Bila Anda sedang merasa kebingungan atau sudah mulai jenuh, coba cari jawaban-jawaban untuk hal-hal dibawah ini:
- Seperti mencari tujuan hidup, carilah alasan mengapa Anda bekerja. Pikirkan dengan benar, apakah Anda bekerja hanya untuk uang semata? Hanya untuk sekedar menghidupi keluarga Anda? Atau sebenarnya ada hal-hal lain?
- Tanyakan diri Anda, kontribusi apa yang Anda bisa berikan untuk lingkungan Anda bekerja
- Nilai-nilai apa yang Anda dapatkan dari pekerjaan Anda saat ini yang bisa membantu Anda untuk lebih berkembang sebagai makhluk hidup
- Baru, apa yang Anda ingin capai dari pekerjaan ini, bukan hanya yang bersifat materi
- Hal-hal apa yang menghambat Anda dari mendapatkan apa yang Anda inginkan?
Ingat, jangan mencari jawaban-jawaban yang reaktif. Lihatlah ke dalam diri Anda terlebih dahulu.
Bila Anda bisa mendapatkan jawaban-jawaban yang memuaskan diri spiritual Anda atas pertanyaan di atas, maka pekerjaan Anda bisa menjadi sesuatu yang bisa Anda nikmati setiap harinya. Bila tidak, mungkin ini sudah saatnya Anda pindah profesi atau kantor dimana Anda bisa lebih mengembangkan seluruh potensi Anda. Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Anda memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan hal-hal tersebut dan memulai sesuatu yang baru?