Jika kamu tinggal di Jakarta, kamu pasti tahu bahwa Jakarta bukan tempat yang mudah untuk mendapatkan cinta. Bukan cinta semalam, bukan cinta segitiga ataupun cinta semata. Tetapi true love. Cinta dengan suatu kualitas yang dicari setiap orang, terlebih kalau kamu termasuk the single 30-somethings.
Pembicaraan sepulang kerja, dipojokan bar favorit diantara empat wanita pun, yang dimulai dari pekerjaan dan keluarga akhirnya mengerucut menjadi tentang cinta. Sambil meneguk minuman favorit masing-masing, bergantian kita bercerita. Satu baru mulai jatuh cinta. Satu baru saja kembali patah hati. Satu bingung mau dibawa kemana cinta-nya. Dan, yang satu, baru saja punya crush dengan seseorang yang baru dikenal. Diskusi malam itu menjadi “so, what would love do?” – apa yang cinta akan lakukan?
Love will bring out your best self.
“Soul-mates are people who bring out the best in you. They are not perfect but are always perfect for you.” ~Unknown
Yang sedang jatuh cinta glows - dia bersinar. Ia pun tidak ingat kapan terakhir Ia bersinar. Semua yang melihatnya pun mengakuinya. It is very electric. Lucunya, cinta telah membuat dia jatuh cinta kepada dirinya terlebih dahulu: Ia lebih rajin pergi ke gym, Ia makan lebih sehat, ia lebih terbuka kepada orang lain, Ia pun lebih pe-de. Selanjutnya, she is in so much joy, sehingga “keberuntungan” pun mulai mendatangi dirinya. Berbagai job offers baru pun Ia dapatkan. Ia banyak bertemu orang-orang baru yang mengagumkan. Ia pun menjadi lebih berani dalam mengambil resiko. Wow! Dia mengatakan, “yang terbaik adalah, dengan dia.. I can be myself.” Cinta membuat dirinya nyaman dengan dirinya sendiri. Cinta membuat dia nyaman mencoba hal-hal baru, seperti rasa takut itu tidak ada. Memang, tidak ada hal yang pasti, tetapi cinta membuat dia merasa nyaman, berani dan hidup – cinta telah menjadikannya a better version of herself. That’s when you know…
Love is about loving yourself first.
“It is better to have loved and lost then to have never loved at all.” – Alfred, Lord Tennyson, In Memoriam
Yang sedang patah hati mengutarakan keinginannya untuk mengakhiri hubungan cintanya, karena Ia merasa tidak nyaman. Bukan karena pacarnya adalah orang jahat ataupun semena-mena, tetapi karena Ia merasa dirinya yang sekarang bukan versi yang terbaiknya sejak Ia ada dalam hubungan ini. Mengingat kutipan “Above all else, guard your heart, for it is the well-spring of life” (Proverbs 4:23), Ia ingat untuk menjaga hatinya terlebih dahulu, karena bila Ia tidak bahagia, bagaimana bisa membuat orang lain bahagia? Hari itu Ia sedih, tetapi Ia bangga atas keberaniannya untuk tidak mempertahankan hubungan hanya karena ingin memiliki seorang pacar. Ia juga bangga karena Ia telah membuka dirinya untuk jatuh cinta kepada pria ini, untuk memberikan cinta kesempatan sekali lagi. Walaupun Ia patah hati lagi untuk kesekian kalinya, Ia tahu, Ia akan tetap terus say yes to love.
Love is about jumping into it 100%.
“You never lose by loving. You always lose by holding back.” – Barbara De Angelis
Yang sedang ragu ingin dibawa kemana cintanya bertanya, “sebaiknya saya lanjutkan atau tidak ya?” Dan tentunya, semua mengatakan “Ya!” Karena seperti kata Zachary Scott, “As you grow older, you’ll find the only things you regret are the things you didn’t do.” Kita akan lebih menyesali hal-hal yang tidak kita lakukan. Jadi, ketika di persimpangan, tanyakan hati kamu, apa yang hati kamu inginkan? Bila ya, berikanlah cinta itu 100% dari usaha kamu. Jangan setengah-setengah, ini biasanya yang membuat kita terpecah. At least, ketika hubungan itu memang akhirnya tidak berhasil, kamu tahu kamu telah memberikan yang terbaik, kamu telah mengambil kesempatan. Ia memang tidak tahu apa yang akan terjadi, yang Ia tahu adalah Ia suka dan nyaman dengan orang ini, sehingga atas nama cinta.. Jump!
Love is about grabbing opportunities.
““There are many things in life that will catch your eye, but only a few will catch your heart, pursue those.” – Unknown
Cinta datang dalam sebuah kesempatan, tergantung kita yang ingin mengambilnya atau tidak. Yang sedang punya crush, mengatakan “Tidak mudah untuk menemukan laki-laki yang berkualitas, jadi ketika kamu bertemu dengan seseorang yang berkualitas, go for it!” Artinya, jangan duduk diam menunggu dipinang (kasarnya). Jaman sekarang, kalau kamu suka seseorang, katakan kepadanya. Kalau kamu ingin mengenal dirinya, ajak dia pergi for coffee - actually coffee is getting basi, be creative ya
. Di jaman Blackberry (BB) ini, berkomunikasilah. Tahun ini sepertinya sudah ada beberapa orang yang Ia sukai, terutama the enchanting “Mr. F”, yang walaupun dia sudah sms, tidak dibalas-balas juga. It’s ok. Cari another “Mr. F”. Tetapi, ternyata Ia melihat bahwa, ada kok laki-laki berkualitas yang Ia bisa temui even di Jakarta. Not many, tetapi ada. So, it’s up to you to take action!
Setelah martini, bir, kentang goreng dan caesar salad, kita sadar bahwa sebenarnya kita semua telah menemukan cinta. Maybe not with men yet, but with each other. Selama 1.5 tahun terakhir, kita telah terus menjadi inspirasi bagi satu sama lain. Kita senantiasa menjadi better versions of ourselves dari persahabatan ini. We are each other’s soul mates. Kita telah menjadi lebih kuat, positif, berani, beautiful, passionate dan awesome karena one another. Kita belajar untuk mencintai diri kita sendiri karena kita menerima satu sama lain dengan lapang hati – padahal empat wanita ini sangat berbeda. Sangat!
Malam itu, kita merayakan persahabatan kita dan cinta sambil menyenandungkan tema lagu tahun ini “I gotta feeling…” So, bagi kamu semua di Jakarta mencari cinta, jangan melihat terlalu jauh, kadang cinta itu sudah ada di dekat kamu. Hanya, apakah kamu mengenalinya?
“Love is not what we become, but what we already are.”
- Stephen Levine